Hey Dad look at me, Think back and talk to me, Did I grow up according To plan?, And do you think I'm wasting My time, doing things I Wanna do? (Simple plan, Perfect)
Ketika usia saya belasan, banyak stasiun radio yang familiar didengar oleh anak remaja usia segitu, sebelum tiba tengah malam ketika pola tidur saya masih sangat teratur, saya biasanya membiarkan radio tape nyala sembari menunggu mata semakin kantuk dan lelap tertidur. Rutinitas yang membosankan itu berjalan cukup lama, sampai tiba ke percakapan via telpon antara pendengar dengan penyiar radio, saya tidak begitu ingat tema apa yang di angkat, namun si penelepon ini diduga berasal dari keluarga broken Home. Penyiar itu kemudian menanyakan how it feels when your parents divorce??
Kurang lebihnya dan seingat saya, yang ia ingin katakan adalah.
Sebagai anak, saya tidak bisa memilih dan memaksakan mereka berdua untuk hidup bersama, karena mereka yang paling mengetahui persoalan yang membelenggu keduanya dan akhirnya memilih jalan perceraian, saya tidak bisa intervensi itu lebih jauh, yang bisa saya lakukan adalah menjalankan tugas saya sebagai anak dengan baik.
mungkin juga, kata-kata tersebut ingin saya pertegas kembali untuk mereka []FrdSprtrmp

