Minggu, 26 Juni 2011

dodol, gw gk humble..

menapaki setiap pengalaman hidup kadang memberikan pelajaran tersendiri, banyak peristiwa yang bercerita, pernah sesekali mengikuti lomba debat yang lebih tinggi dari tingkat Rt dan Kecamatan yang keberadaanku tidak bisa dibanggakan, aku bertemu dengannya seorang antah berantah yang sampai saat ini tidak kuketahui namanya, namun dia memberikan pelajaran yang lumayan berharga, pada saat itu dalam menerka-nerka watak dan sifatnya, aku hanya bisa meraba dalam ketidakpastian dan juga bukan merupakan dugaan yang kuat, sepertinya dia berasal dari keluarga kaya yang hidup mapan di sistem busuk Kapitalisme. bila seperti itu, wataknya mungkin saja sombong!
hingga tiba akhirnya kita dipertemukan dalam suatu kompetisi debat yang terekayasa, tidak penting substansi materi debat atau siapa pemenangnya, karena ini memang terekayasa. selesai itu, seperti biasa setiap peserta memberikan salam dan menghampiri peserta yang lain sebagai rasa apresiasi satu sama lain,salaman pertama biasa, kedua pun begitu, namun setelah bersalaman dengan diri mu, aku sungguh terkesan, bahasa tubuh mu menaruh respek yang dalam terhadap lawanmu, sopan santun, baik budi, tidak sombong dan Humble, itu yang tergambar dari sosok dirimu. tadinya aku berlaga sebagai pemenang & sok Intelektual itu menyadari kekeliruan diriku,
"Dodol, gw gk humble..."

Selasa, 14 Juni 2011

We are still young !

Berikanlah kami kekuasaan
Kami masih muda dan kami mampu
Turunlah kau dan kawan-kawan kolotmu
Kau sungguh memalukan!
Negara ini bukan milik kau,keluarga dan sahabat karibmu!
Sudah waktunya kau turun dan menyerahkan kekuasaan kepada yang mampu
Biarkan kami leluasa mengatur urusan negeri ini
Kami masih muda dan kami mampu
Karena kami mempunyai ideology yang tak terkalahkan
Islam Ideologi kami
Tunduklah kau dengan aturannya
Kami tahu ini bukan persoalan kecil
Persoalan Negara ini begitu besar
Tapi kami masih muda dan kami mampu
Biarkan kami hancurkan sendi-sendi beserta akar biang keladi
Porak porandanya negeri ini
Sudah saatnya kau turun
Dan biarkan kami yang muda pimpin negeri ini !
kami juga siap bersama kaum tua yg konsisten dalam mengemban ideologi Islam
mereka lebih pantas di hargai daripada engkau si tua dan serakah !

Momo berbagi kisah

“Ketika kau berpikir untuk melupakan perihal sesuatu, sesungguhnya pada saat bersamaan kau sedang mengingat perihal tersebut”(momo ideologis dalam bukunya yg tidak kunjung dirilis)

Lupakan pacar sekulermu!,teriak momo…
Sebelum masuk pembahasan ada baiknya diberikan sedikit pengertian atau definisi sekuler, sekuler atau lebih lengkapnya sekulerisme adalah paham yang memisahkan antara kehidupan dengan agama, kalo dikaitkan dalam konteks bernegara maka sekulerisme berarti paham yang memisahkan agama dengan Negara.


Sudah lebih dari 4 tahun momo telah berpisah dengannya wanita sekuler yg pernah menjadi pacar momo ketika masih bergulat pada masa jahiliyah, entah memori indah apa yang tecipta sehingga dia masih di benak momo, menemani kesendiriannya, disetiap tidak ingin dia ada tetapi dia seolah-olah ada,seperti makhlus halus, yang tidak bisa dilihat tapi dirasa keberadaannya. Lebih dari 4 tahun momo diposisikan seperti itu, bayangkan! Coba bayangkan brai-brai sekalian selaku teman momo, Kalau gak mau dibayangkan juga gpp.
momo sendiri letih sangat dengan hal yg seperti ini, karena hanya menjadi penghambat dalam setiap langkah pertumbuhan dan pendewasaan diri. Otak terasa mampet, tidak produktif, karena keseharian hanya berharap dia tetap masih mengingat keberadaan momo.
Lalu kini keadaanya telah berbeda, ternyata wanita sekuler itu telah menemukan pasangan laki-laki sekuler yang baru, wanita sekuler itu telah disibukkan dengan pasangan barunya itu, mereka bertambah dekat dan kian mesra tiap harinya, dengan cara-cara sekuler, mereka menjalin kisah kasih asmara. Yang bisa saja berakhir di kost2-an.haghai…
Lalu bagaimana dengan momo?, wanita sekuler itu sepertinya telah melupakan momo, karena sudah hampir 3 bulan ini doi tidak lagi menanyakan kabar momo. Dada momo semakin sesak, semakin berisik teriakan hati yang terpendam. Kadang merasa tidak bisa menahan derasnya pikiran tentang dirinya, walau akhirnya momo harus menekan perasaan yang tertahan.
momo berpikir keras cara apa yang paling tepat untuk melupakan wanita sekuler itu, karena momo masih inget omongan ustadz “jangan berkhayal & berangan-angan itu merupakan jalan yang tidak Islami”. momo mencoba melupakan doi dengan cara mendengarkan lagu-lagu metal yang cadaz habis, awal-awal itu bisa membantu namun semakin keras dan cadas music itu momo perdengarkan, semakin kering hati dan jiwa momo, momo coba sharing sama teman kampus dari hati ke hati, harapan momo kali aja bisa kasih solusi yang bagus. tetapi bukannya hatinya plong karena sudah mencurahkan cerita ini ke teman kampus agar bisa dikasih saran yang baik, ternyata teman yang diajak curhat juga punya masalah yang sama bahkan lebih berat dari momo sehingga dia minta solusi sama momo. Wong edan !
Ditengah – tengah rasa capek, momo kembai berpikir, momo gk akan mungkin melupakan doi dan perjalanan bersamanya karena semua itu sudah terekam dalam otak momo, itulah dinamika kehidupan. Kecuali karena penyakit Amnesia, memori itu tidak akan hilang akan tetap ada. Tinggal bagaimana kita menyikapinya ketika memori itu tiba-tiba muncul kembali. Apakah jalan nostalgia atau ketidakacuhan kita terhadap memori yang muncul.
Focus momo saat ini tidak lagi bagaimana melupakan doi dan segala kisah tentangnya tetapi fokusnya kemudian adalah ketika memori tentang dia muncul, momo akan memilih jalan acuh tidak acuh karena ada persoalan yang lebih pantas untuk dihargai,
Wanita sekuler itu masih menjadi sekuler, maka ketika dia memilih menjadi sekuler ,doi tidak baik untuk momo, jadi cari yang lebih baik, yang sholehah, yang cantik & tajir.
NB teruntuk momo:
“Sholehah aja sudah sangat bersyukur karena yang lain itu anggap saja bonus."
“momo Jadi ngebahas masalah perasaan, tapi gpp brai buat selingan ditengah-tengah hiruk pikuk masalah ideologi dan berbagai permasalah negeri kita yang semakin semrawut. Jadi sah2 aja brai kalau Cuma selingan, asal jangan dijadikan focus permasalahan Umat”

Adil sejak sekarang

sebuah tindakan lahir dari sikap keegoisan diri yang mencari jalan aman dalam setiap pemuasannya. Adil sejak sekarang, bukan berarti kemarin tidak, namun kemarin banyak hal yang hilang dalam setiap tindakan. Ku pernah merasakan mudahnya menentukan sebuah jalan yang didasarkan pada sikap aman dan pemuasan kenikmatan lahiriah. Tidak masalah bagiku untuk menenggak botol vodka dan menghisap ganja kering. Tidak masalah bagiku bila kebablasan dengan seorang wanita, tidak masalah bagiku untuk bermain judi bersama -sama, No Problemo ! bagiku kemarin itu semua tidak masalah. Bagaimana bisa, apakah pemikiran ku yang salah ? mungkin tidak. Pemikiran ku sudah adil, ketika aku melakukan sebuah kesalahan pemikiran ku mengatakan tersirat ini sebuah kesalahan. Ketika aku menenggak vodka dan menghisap ganja kering misalnya, pemikiranku sudah berbuat adil kepadaku dengan mengatakan ini sebuah kesalahan !, namun aku lebih memilih untuk mengesampingkannya dan menunggu lahirnya pemikiran baru yang membenarkan tindakanku, setelah itu, bagiku tiada yang salah karena pemikiran baru itu telah lahir menyempurnakan tindakanku yang salah. Adil sejak dalam pikiran bagiku menjadi hal yang sulit untuk diterima karena keterbatasanku dalam menyerap informasi. Hasrat yang muncul dalam setiap pikiran baru yang lahir berdasarkan sikap aman dan pemuasan lahiriah sulit untuk dibendung. Perlu diingat, Setiap tindakan yang salah lahir karena kau mengesampingkan adilnya sebuah pemikiran cemerlang pertama kali atau seterusnya setelah mantap dalam menyerap informasi yang benar.

SUPERTRAMP NOTE
"Ku pernah jadi beda dan dibedakan bagiku tidak masalah"