Senin, 05 Desember 2011

Yang mereka sebut Tuhan, bukanlah Tuhan!

Diego kami, yang berada di tengah lapangan. Dikuduskanlah kaki kirimu, berikan kami pesonamu. Berilah kami pesonamu setiap hari, maafkanlah orang Inggris, seperti kami mengampuni Mafia Napolitan. Jangan biarkan dirimu terjebak offside dan bebaskan kami dari Havelange dan Pele. Diego
Demikian isi doa ‘Diego Kami’ yang biasa ‘didoakan’ oleh para pemuja Diego Armando Maradona atau yang biasa disebut sebagai Diegorian Brothers (Jemaat Diego).

Tanggal 22 Juni, 1986 di Estadio Azteca, Mexico City. Ketika gocekan Maradona melewati 5 orang pemain Inggris lalu di umpan sampai bola melambung ke atas. Maradona pun menyambut dengan tangannya. Saat itulah bola masuk ke gawang Inggris. Gol ini terjadi di menit 51, gol ini jualah yang disebut sebagai "gol tangan Tuhan". Setelah kejadian tersebut pengkultusan yang berlebihan dari penggemar fanatik maradona telah mengantarkan maradona menjadi tuhan bagi penganutnya, tepatnya 12 tahun kemudian pada tanggal 30 oktober 1998, Iglesia Maradoniana (Gereja Maradona) pun eksis hingga sekarang. Salah satu perintah yang dianut oleh diegorian Brothers adalah keharusan untuk mencantumkan nama Diego kepada anak-anak mereka.
++++ 

Setelah melihat fakta di atas, kita sebagai manusia yang dikaruniai akal tentu akan bertanya-tanya, Kegilaan apalagi ini???

Kegilaan yang seperti ini lumrah-lumrah saja dinegeri asalnya, Argentina menganut system demokrasi liberal yang kurang atau lebihnya tidak jauh berbeda dengan Indonesia, didalam system demokrasi ada kesepemahaman umum tentang kebebasan beragama, seseorang memiliki kebebasan untuk memilih agama(murtad), membuat agama baru atau pun memilih untuk tidak beragama. Hak-hak seseorang didalam menjalankan kebebasan beragama dilindungi betul oleh negara Demokrasi. Inilah bukti betapa mademan laws (hukum buatan Manusia) sudah tidak sesuai dengan Fitrah manusia dan menghinakan akal.  Penulis katakan menghinakan akal karena Tuhan bukanlah makhluk, Melalui jalan akal kita dapat dengan mudah menemukan bahwasanya maradona tidak layak disebut sebagai Tuhan, Tuhan tidak lemah, tidak terbatas, dan tidak membutuhkan sesuatu apa pun. Maradona sebagai manusia mempunyai sifat dasar yang lemah, bukti kelemahannya adalah maradona masih melakukan aktivitas makan, minum, buang air besar dan buang air kecil, apabila maradona tidak melakukan aktivitas tersebut maka maradona akan pusing disertai sakit karena menahan lapar dan haus, kemudian sakit bertambah parah karena tidak bisa buang air besar, dan tidak lama setelahnya dia akan mati. Maradona juga mempunyai  keterbatasan sebagai manusia, bukti keterbatasannya adalah dia tidak lagi bisa secara konsisten disetiap pertandingan untuk berlari 80-100 mil/ jam seperti ketika dulu masih aktif sebagai pemain bola, karena usianya telah lanjut dan perutnya mulai membuncit, maradona juga membutuhkan sesuatu yang lain, dia tidak bisa menciptakan seorang anak dengan sendirinya, oleh karena itu dia menjalin hubungan suami isteri untuk memperoleh keturunan.

***

pada hakikatnya Naluri beragama (ghariizat ut tadayyun) secara fithrah ada pada diri manusia. Fitrah ini mendorong manusia bertanya tentang pencipta alam, manusia, dan kehidupan serta tentang kehidupan setelah mati. Ghariizah at tadayyun yang fitrah ini menuntun manusia menuju keimanan akan keberadaan pencipta dari alam semesta ini. Namun manusia, pada sebagian besar masa, telah salah kaprah dalam memahami hakikat Pencipta (al khaaliq) ini. Mereka menggambarkan bahwa al khaaliq tersebut berupa matahari, api, patung berhala, maradona atau makhluq lainnya. Itulah sebabnya, maka Allah mengutus para rasul untuk memberi petunjuk kepada manusia akan hakikat al khaaliq yang sebenarnya yang tidak ada sesuatupun yang menyerupainya, disamping bahwa penciptaan semua makhluq yang ada tergantung kepada-Nya.


***

Didalam system yang bobrok hasil dari buatan manusia seperti yang hari ini diterapkan, Umat Islam telah kehilangan Identitasnya sebagai umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Untuk itu saatnya kita lantang teriak Revolusi, Ganti system-ganti rezim! Selamatkan dengan Islam. Wallahu a'lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar