sebuah tindakan lahir dari sikap keegoisan diri yang mencari jalan aman dalam setiap pemuasannya. Adil sejak sekarang, bukan berarti kemarin tidak, namun kemarin banyak hal yang hilang dalam setiap tindakan. Ku pernah merasakan mudahnya menentukan sebuah jalan yang didasarkan pada sikap aman dan pemuasan kenikmatan lahiriah. Tidak masalah bagiku untuk menenggak botol vodka dan menghisap ganja kering. Tidak masalah bagiku bila kebablasan dengan seorang wanita, tidak masalah bagiku untuk bermain judi bersama -sama, No Problemo ! bagiku kemarin itu semua tidak masalah. Bagaimana bisa, apakah pemikiran ku yang salah ? mungkin tidak. Pemikiran ku sudah adil, ketika aku melakukan sebuah kesalahan pemikiran ku mengatakan tersirat ini sebuah kesalahan. Ketika aku menenggak vodka dan menghisap ganja kering misalnya, pemikiranku sudah berbuat adil kepadaku dengan mengatakan ini sebuah kesalahan !, namun aku lebih memilih untuk mengesampingkannya dan menunggu lahirnya pemikiran baru yang membenarkan tindakanku, setelah itu, bagiku tiada yang salah karena pemikiran baru itu telah lahir menyempurnakan tindakanku yang salah. Adil sejak dalam pikiran bagiku menjadi hal yang sulit untuk diterima karena keterbatasanku dalam menyerap informasi. Hasrat yang muncul dalam setiap pikiran baru yang lahir berdasarkan sikap aman dan pemuasan lahiriah sulit untuk dibendung. Perlu diingat, Setiap tindakan yang salah lahir karena kau mengesampingkan adilnya sebuah pemikiran cemerlang pertama kali atau seterusnya setelah mantap dalam menyerap informasi yang benar.
SUPERTRAMP NOTE
"Ku pernah jadi beda dan dibedakan bagiku tidak masalah"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar