menapaki setiap pengalaman hidup kadang memberikan pelajaran tersendiri, banyak peristiwa yang bercerita, pernah sesekali mengikuti lomba debat yang lebih tinggi dari tingkat Rt dan Kecamatan yang keberadaanku tidak bisa dibanggakan, aku bertemu dengannya seorang antah berantah yang sampai saat ini tidak kuketahui namanya, namun dia memberikan pelajaran yang lumayan berharga, pada saat itu dalam menerka-nerka watak dan sifatnya, aku hanya bisa meraba dalam ketidakpastian dan juga bukan merupakan dugaan yang kuat, sepertinya dia berasal dari keluarga kaya yang hidup mapan di sistem busuk Kapitalisme. bila seperti itu, wataknya mungkin saja sombong!
hingga tiba akhirnya kita dipertemukan dalam suatu kompetisi debat yang terekayasa, tidak penting substansi materi debat atau siapa pemenangnya, karena ini memang terekayasa. selesai itu, seperti biasa setiap peserta memberikan salam dan menghampiri peserta yang lain sebagai rasa apresiasi satu sama lain,salaman pertama biasa, kedua pun begitu, namun setelah bersalaman dengan diri mu, aku sungguh terkesan, bahasa tubuh mu menaruh respek yang dalam terhadap lawanmu, sopan santun, baik budi, tidak sombong dan Humble, itu yang tergambar dari sosok dirimu. tadinya aku berlaga sebagai pemenang & sok Intelektual itu menyadari kekeliruan diriku,
"Dodol, gw gk humble..."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar