Kamis, 22 Maret 2012

Seriously, gak sengaja!

Ketika meng-Goes sepeda motor di jalan raya Mangga dua arah ke Harmoni pagi-pagi, ada pemandangan yang tidak biasa bagi saya, tak sengaja meihat penampakan yang mencolok di tengah kumpulan orang yang berada di trotoar, perempuan dengan pakaian rock Mini sedang duduk menunggu sesuatu, entah itu jemputan atau taxi barangkali. Sekejap setelahnya saya alihkan pandangan kedepan, kemudian menanyakan perihal tadi ke gondrong yang kebetulan sedang nangkring dibelakang jok sepeda motor yagn sedang saya goes.
"Ndrong, tadi ad cewek Vulgar banget pakaiannya, nt lihat ndrong?" 
"Jiah, Rid itu sih udah biasa, nt tw sendiri disini kawasan dimana klub-klub malam tegak berdiri (eksis), jadi banyak orang yang sepagi itu baru keluar dengan pakaian klubnya."
memang secara geografis kawasan tersebut dihuni oleh bangunan megah sarang kemaksiatan, tidak sedikit Klub malam yang ada, bahkan lewat tengah malam, wanita dan waria yang menjual dirinya juga leluasa bertransaksi disana. Wajar saja pemandangan yang saya anggap aneh menjadi sebaliknya dilokasi tersebut.

Jadi Ingat ocehannya Soleh solihun di komedi berdiri, kurang lebihnya ia ingin mengatakan
"apa enaknya sih klubing, mahal dan banyak aturan, botol minuman ukuran biasa harganya diluar bisa membeli air minum galon! Banyak aturan karena laki-laki yang celana jeansnya sobek-sobek di larang untuk masuk, sedangkan wanita semakin mini pakaianya semakin wah dan dipersilahkan masuk."


Klubing saat ini dianggap tempat pelampiasan untuk bersenang-senang dan ajang rileksasi setelah sepanjang hari dituntut untuk bekerja keras memenuhi urusan perut. 

Fakta di atas menyadarkan saya akan keberingasan system kapitalisme dalam mempengaruhi pola kehidupan dan pergaulan Masyarakat.  Akibat dari kehilangan perspektif dalam memaknai kebahagiaan, maka manusia menjadikan dirinya pusat segala sesuatu, termasuk menentukan bagaimana caranya untuk bersenang-senang dan meraih kebahagiaan. Namun kemudian, banyak manusia yang terjerembab dalam kegelisahan super karena belum menemukan formula yang tepat untuk hidup bahagia malah kemudian seenak udelnya dalam menjalani hidup, bahkan Insting manusia menjadikannya lebih binatang dari binatang, sepanjang sejarah kebinatangan,  pasangan sesama jenis di antara manusia saat ini, tidak lantas menjadi pilihannya seekor Binatang!


Tidak sedikit manusia yang Merantau jauh di kolong-kolong jalan, hingar bingar pesta music,  di table klubing, puncak pegunungan, di dalam goa yang penuh kelelawar, untuk mendapat kebenaran sejati, padahal kebenaran dekat dengan dirinya sendiri, kebenaran tersebut terdapat di dalam Aqidahnya. 



***

Ketika sedang berdialog di tukang pempek pinggir jalan, Ditengah percakapan, Babe yang penuh dengan kontroversi dalam hidupnya pernah bilang,  
"Kenapa ketika kamu berdua kecil, saya menolak memasukan kamu dan kakakmu ke TK (taman kanak-kanak) dan lebih memilih untuk memasukan kamu berdua ke TPA (tempat pengajian), agar, sebandel-bandelnya kalian kelak nanti dalam mengarungi kehidupan, mengerti dan Tahu tempat kembali adalah Allah."





Tidak ada komentar:

Posting Komentar