Sekali lagi rakyat dibuat dongkol oleh kebijakan pemerintah
yang tidak pro rakyat, baru saja kejadian yang menggelikan sekaligus menjijikan
terpampang secara jelas di depan mata kita, pemerintah melakukan suntikan
pembiayaan kepada IMF yang sedang sekarat dengan jumlah dana mencapai 1 milyar
dolar yang apabila dirupiahkan lebih dari 9 Triliun, dana tersebut sungguh
sangatlah besar, mengingat makin hebatnya problem kesenjangan si kaya dan si miskin
dinegeri ini yang tak kunjung usai. Yang lebih Ironis lagi adalah ucapan pemerintah
melalui kementriannya dengan enteng dan tanpa perasaan bersalah manyatakan dana
1 milyar yang dikeluarkan tidak akan membebani APBN.
Padahal masih hangat diingatan kita ketika pemerintah pada
awal april lalu yang berencana menaikkan harga BBM, pihak pemerintah beralasan
subsidi yang selama ini diberikan untuk bahan bakar minyak Membebani APBN!
Apabila dirunut lebih mendalam, pengguna BBM di negeri ini
tidak hanya kalangan atas (orang kaya), orang miskin juga banyak yang
bergantung pada BBM dalam menjalankan aktivitas kegiatannya sehari-hari, dengan
melepas harga BBM kepasar dengan dalih membebani APBN, adalah langkah praktis pemerintah untk melepas tanggungjawab terhadap urusan rakyatnya.
Dengan melihat kecendrungan-kecendrungan di atas, maka timbul pertanyaan, adakah negara yang benar-benar tidak memihak kepada rakyatnya? Jawabnya ada, negara itu adalah Indonesia. Rasanya juga semakin tidak pantas apabila kritik yang diberikan terhadap perilaku pemerintah yang berkhianat dengan sindiran halus seperti tidak pro rakyat, tidak cerdas, tidak bijaksana dsb. Ungkapan bodoh, dungu, goblog dan tolol rasanya lebih mengena kepada pemerintah yang telah melakukan pengkhianatan terhadap ratusan juta rakyat Indonesia!
Dengan melihat kecendrungan-kecendrungan di atas, maka timbul pertanyaan, adakah negara yang benar-benar tidak memihak kepada rakyatnya? Jawabnya ada, negara itu adalah Indonesia. Rasanya juga semakin tidak pantas apabila kritik yang diberikan terhadap perilaku pemerintah yang berkhianat dengan sindiran halus seperti tidak pro rakyat, tidak cerdas, tidak bijaksana dsb. Ungkapan bodoh, dungu, goblog dan tolol rasanya lebih mengena kepada pemerintah yang telah melakukan pengkhianatan terhadap ratusan juta rakyat Indonesia!
Melihat kompleksnya permasalahan negeri ini, fakta di atas
hanyalah secuil dari keseluruhan bagian permasalahan yang menimpa dan melanda
negeri ini, untuk itu perubahan total perlu dan sangat mendesak bagi
kelangsungan negeri ini, Ideologi kapitalisme yang bercokol dan menghegemoni
adalah titik pangkal dari setiap permasalahan yang ada, maka mencampakkan dan
membuang Kapitalisme dan menggantinya dengan Islam melalui institusi Khilafah
adalah solusi total dan keniscayaan yang harus diperjuangkan bagi orang yang
terbuka mata hati dan pikirannya.
Bersatu, Bergerak, Tegakkan Ideologi Islam!
Bersatu, Bergerak, Tegakkan Ideologi Islam!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar