“Jujur saja, Kalau dikatakan dendam tidak, namun kecewa pasti...”
Sesekali saya menghisap rokok kretek
sembari memperhatikan sekeliling benda Didepan restoran padang, saya menanyakan
tentang motor matic mesin 2 tak yang tampak aneh dan berdebu namun design body yang
futuristik membuat sedikit penasaran,
Ini motor apa pak?ini sanx, bpak beli waktu dimalang, motor ini limited editionhmmm,tapi, banyak orang yang mengira dan sok tahu kemudian memberikan vonis kalo motor ini keluar pabrikannya BWM (Jerman), dengan sekilas melihat gambar tempel yang dilekatkan dikepala motor, padahal gambar tempelny doank yg BWM, motornya sih Sanx
Seketika itu ia memperagakan bagaimana
sosok orang sok tahu bertindak, hal tersebut membuat saya tertawa, senyumnya yang lebar pun kemudian
melahirkan tawa, kami berdua larut malam itu.
++++
Scene tersebut membuat saya
teringat berbagai Filem gangster/Mafia dengan tokoh-tokoh yang mewarnainya, Tom
Corleone (godfather), Don aprile (Omerta), atau pun Micky (ayah angkat donnie
brasco), sekilas serasa menjadi karakter yang mirip dengan Bapak, dengan sedikit
mengorek ingatan masa lalu ia layak disebut sebagai Mafia, tapi bukan mafia hitam
yang sehari-hari hidupnya dipertaruhkan dijalanan dengan bogem mentah.
kejahatan yang saya lakukan di masa lampau adalah kejahatan di ujung pulpen (White Collar Crime), kalau seandainya besok saya ingin mendapatkan uang ratusan juta, maka malam harinya saya sudah merancang sedemikian rupa untuk bisa mendapatkan uang tersebut. Ucapnya.
Kata-kata diatas adalah sedikit
deskripsi perjalanan hidupnya ketika dulu,ia jenuh dan gelisah dengan kehidupan
yang pernah ia lalui, hingga mencapai titik yang membuatnya lelah menahan beban
ribuan ton pikiran dan perasaan berdosa atas setiap tindakannya, namun sekarang ia telah bermetamorfosa, pindah
menyebrangi lautan, memulai lembaran hidup yang baru dengan konsekuensi
meninggalkan keluarga beserta ketiga anaknya yang masih bersekolah. Salah satu
anaknya adalah saya, Ia menjelaskan
dengan detail latar belakang kepergiannya kepada saya, ketika menjelaskan tidak
ada haru biru disana, tidak ada tangisan, hanya perasaan bersalah yang tampak
dari sorot matanya, tatapan mata yang sama ketika Donnie Brasco harus
menyembunyikan Identitasnya di tengah gerombolan penjahat. Kemudian ditengah-tengah
diskusi ia berucap
Tapi hal yang luar biasa, sepengetahuan bapak, kamu tidak menaruh perasaan dendam kepada BapakJujur saja, Kalau dikatakan dendam tidak, namun kecewa pasti... sambut saya.ia tentu bapak bisa mengerti kamu kecewa, Bapak sekarang pakai rambu, rambu agama, pesan bapak Cuma satu kepada kamu, sehabis shalat dan berdoa tolong selipkan doa kepada orang tua, doakan bapak”[]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar