Jumat, 10 Agustus 2012

Kecewa


“Jujur saja, Kalau dikatakan dendam tidak, namun  kecewa pasti...”

Sesekali saya menghisap rokok kretek sembari memperhatikan sekeliling benda Didepan restoran padang, saya menanyakan tentang motor matic mesin 2 tak yang tampak aneh dan berdebu namun design body yang futuristik membuat sedikit penasaran,

Ini motor apa pak?
ini sanx, bpak beli waktu dimalang, motor ini limited edition
hmmm,
tapi, banyak orang yang mengira  dan sok tahu kemudian memberikan vonis kalo motor ini keluar pabrikannya BWM (Jerman), dengan sekilas melihat gambar tempel yang dilekatkan dikepala motor, padahal gambar tempelny doank yg BWM, motornya sih Sanx

Seketika itu ia memperagakan bagaimana sosok orang sok tahu bertindak, hal tersebut membuat saya  tertawa, senyumnya yang lebar pun kemudian melahirkan tawa, kami berdua larut malam itu.
++++
Scene tersebut membuat saya teringat berbagai Filem gangster/Mafia dengan tokoh-tokoh yang mewarnainya, Tom Corleone (godfather), Don aprile (Omerta), atau pun Micky (ayah angkat donnie brasco), sekilas serasa menjadi karakter yang mirip dengan Bapak, dengan sedikit mengorek ingatan masa lalu ia layak disebut sebagai Mafia, tapi bukan mafia hitam yang sehari-hari hidupnya dipertaruhkan dijalanan dengan bogem mentah.

kejahatan yang saya lakukan di masa lampau adalah kejahatan di ujung pulpen (White Collar Crime), kalau seandainya besok saya ingin mendapatkan uang ratusan juta, maka malam harinya saya sudah merancang sedemikian rupa untuk bisa mendapatkan uang tersebut. Ucapnya.

Kata-kata diatas adalah sedikit deskripsi perjalanan hidupnya ketika dulu,ia jenuh dan gelisah dengan kehidupan yang pernah ia lalui, hingga mencapai titik yang membuatnya lelah menahan beban ribuan ton pikiran dan perasaan berdosa atas setiap tindakannya,  namun sekarang ia telah bermetamorfosa, pindah menyebrangi lautan, memulai lembaran hidup yang baru dengan konsekuensi meninggalkan keluarga beserta ketiga anaknya yang masih bersekolah. Salah satu anaknya adalah saya,  Ia menjelaskan dengan detail latar belakang kepergiannya kepada saya, ketika menjelaskan tidak ada haru biru disana, tidak ada tangisan, hanya perasaan bersalah yang tampak dari sorot matanya, tatapan mata yang sama ketika Donnie Brasco harus menyembunyikan Identitasnya di tengah gerombolan penjahat. Kemudian ditengah-tengah diskusi ia berucap

Tapi hal yang luar biasa, sepengetahuan bapak, kamu tidak menaruh perasaan dendam kepada Bapak
Jujur saja, Kalau dikatakan dendam tidak, namun  kecewa pasti... sambut saya.
ia tentu bapak bisa mengerti kamu kecewa, Bapak sekarang pakai rambu, rambu agama, pesan bapak Cuma satu kepada kamu, sehabis shalat dan berdoa tolong selipkan doa kepada orang tua, doakan bapak”[]




Tidak ada komentar:

Posting Komentar