Sabtu, 25 Agustus 2012

Siapa bertahan dan siapa tersungkur?



Siapa yang bertahan dan siapa yang tersungkur ???

Sampai saat Tulisan ini lahir, saya belum tersungkur, tapi mereka, beberapa  teman yang dahulu bersama-sama mengarungi jalan perjuangan sudah tersungkur terlebih dahulu.

Saya tidak ingin Jumawa dengan memastikan saya dapat bertahan cukup lama  dalam barisan perjuangan, karena kedepan banyak tantangan yang lebih serius, seperti kemarin, dihadapan kita terpampang jelas pergaulan yang tidak Islami, kita dipertautkan setiap hari, dihadapan kita ekonomi Riba adalah hal yang lumrah, berusaha mengajak, merayu dan menyeret kita untuk ikut merasakan dosa riba, dihadapan kita politik kapitalisme yang Oppurtunis menjanjikan sekerat tulang dunia yang terkadang membuat air liur kita merintih. Karena Kapitalisme hari ini bukan sebuah wacana,  Kapitalisme telah menghegemoni negeri ini, dijaga dengan baik oleh Lembaga pemerintah dan agen-agennya yang sekuler,  nilai-nilai, tradisi, kesepamahaman umum dan warna Kapitalisme dijaga dengan ketat dan sekuat tenaga agar tidak menjadi Ideologi yang cepat tersungkur sebagaimana sosialisme dahulu.
++++
Bagaimana jadinya kita yang merasa cukup kuat untuk menahan serangan Kapitalisme, malah membuat kita makin tinggi hati, tidak lagi memeperbaharui dan memperkokoh keimanan Kita.?? Terlihat keseriusan kita untuk melawan atau tidak dengan menjadikan aktivitas perbuatan sehari-hari kita sebagai cermin, sampai kapan terus bertahan.
Mereka yang tersungkur, pada awalnya membuat saya merasa keganjilan karena beberapa peristiwa romantisme perjuangan yang dihasilkan masih terlihat  keberadaan pundak-pundak mereka yang tegap ketika itu. Tapi proses mengajarkan banyak hal, urgensi kehadiran sel-sel baru yang lebih tangguh niscaya akan menggantikan posisi pundak-pundak mereka.
Membiarkan mereka terbang bukan berarti kita acuh tak acuh dengan mereka, itu lebih baik daripada terus-menerus menarik leher dan menyandingkan pundak bersama dengan cara paksa.
Kita sudah cukup pintar untuk menilai mereka bodoh, biarkan mereka terbang mencari jalan baru yang mereka ingin tuju, sampai di ketinggian tertentu kadang beberapa dari mereka memutarbalik arah untuk memulai dari awal lagi dalam barisan, tapi beberapa dari mereka juga terbang begitu leluasa hingga ketempat yang tidak kita ketahui.
Yang patut diingat, Salah satu tugas kita disini adalah terus memperkokoh keimanan guna bertarung dengan ide dan sistem kufur yang saling berhadap-hadapn di depan pundak kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar