Siapa yang bertahan dan siapa
yang tersungkur ???
Sampai saat Tulisan ini lahir, saya belum tersungkur, tapi mereka, beberapa teman yang dahulu bersama-sama mengarungi jalan perjuangan sudah tersungkur terlebih dahulu.
Saya tidak ingin Jumawa dengan
memastikan saya dapat bertahan cukup lama dalam barisan perjuangan, karena kedepan
banyak tantangan yang lebih serius, seperti kemarin, dihadapan kita terpampang
jelas pergaulan yang tidak Islami, kita dipertautkan setiap hari, dihadapan
kita ekonomi Riba adalah hal yang lumrah, berusaha mengajak, merayu dan
menyeret kita untuk ikut merasakan dosa riba, dihadapan kita politik kapitalisme
yang Oppurtunis menjanjikan sekerat tulang dunia yang terkadang membuat air
liur kita merintih. Karena Kapitalisme hari ini bukan sebuah wacana, Kapitalisme telah menghegemoni negeri ini,
dijaga dengan baik oleh Lembaga pemerintah dan agen-agennya yang sekuler, nilai-nilai, tradisi, kesepamahaman umum dan
warna Kapitalisme dijaga dengan ketat dan sekuat tenaga agar tidak menjadi
Ideologi yang cepat tersungkur sebagaimana sosialisme dahulu.
++++
Bagaimana jadinya kita yang
merasa cukup kuat untuk menahan serangan Kapitalisme, malah membuat kita makin
tinggi hati, tidak lagi memeperbaharui dan memperkokoh keimanan Kita.?? Terlihat
keseriusan kita untuk melawan atau tidak dengan menjadikan aktivitas perbuatan
sehari-hari kita sebagai cermin, sampai kapan terus bertahan.
Mereka yang tersungkur, pada
awalnya membuat saya merasa keganjilan karena beberapa peristiwa romantisme
perjuangan yang dihasilkan masih terlihat keberadaan pundak-pundak mereka yang tegap ketika
itu. Tapi proses mengajarkan banyak hal, urgensi kehadiran sel-sel baru yang
lebih tangguh niscaya akan menggantikan posisi pundak-pundak mereka.
Membiarkan mereka terbang bukan
berarti kita acuh tak acuh dengan mereka, itu lebih baik daripada terus-menerus
menarik leher dan menyandingkan pundak bersama dengan cara paksa.
Kita sudah cukup pintar untuk
menilai mereka bodoh, biarkan mereka terbang mencari jalan baru yang mereka
ingin tuju, sampai di ketinggian tertentu kadang beberapa dari mereka
memutarbalik arah untuk memulai dari awal lagi dalam barisan, tapi beberapa
dari mereka juga terbang begitu leluasa hingga ketempat yang tidak kita
ketahui.
Yang patut diingat, Salah satu
tugas kita disini adalah terus memperkokoh keimanan guna bertarung dengan ide
dan sistem kufur yang saling berhadap-hadapn di depan pundak kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar